MALANG — Pemandangan tak biasa, anggun, dan penuh warna memadati ruang-ruang kelas di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza). Di tengah keseriusan dan konsentrasi tinggi para peserta didik saat menghadapi Ujian Berbasis Komputer (Computer Based Test / CBT), ratusan siswa-siswi Mamumtaza tampil beda dengan mengenakan aneka busana batik khas Nusantara dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Atmosfer ruang ujian yang lazimnya kaku dan dipenuhi ketegangan seketika berubah menjadi lebih hangat, semarak, dan sarat akan nuansa kebudayaan. Beragam kain dan kemeja batik, mulai dari motif klasik seperti parang, kawung, megamendung, hingga corak batik pesisiran dan kontemporer yang penuh warna, indahnya mewarnai deretan meja ujian saat para siswa fokus menjawab tiap butir soal di layar gawai maupun komputer portabel mereka.
Inisiatif perayaan ini diusung langsung melalui program pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mamumtaza Malang. Program kerja unik ini dirancang sebagai bentuk edukasi karakter dari dan untuk siswa, sekaligus wujud nyata kebanggaan pelajar Muhammadiyah terhadap warisan budaya takbenda bangsa. Peringatan Hari Batik Nasional diharapkan tidak sekadar berlalu sebagai rutinitas kalender, melainkan menjadi sarana memperkuat identitas kebangsaan di kalangan generasi muda.
Inovasi program dari IPM Mamumtaza ini terbukti efektif menghadirkan energi positif. Penggunaan busana kebanggaan Nusantara tersebut mampu mencairkan suasana tegang yang biasa menyelimuti pelaksanaan evaluasi belajar. Para siswa dapat mengerjakan setiap lembar soal dengan kondisi psikologis yang lebih rileks, tenang, dan menyenangkan tanpa mengurangi kekhidmatan maupun kejujuran selama ujian berlangsung.
Salah seorang siswi Mamumtaza, Jihan Aulia Rossa siswi kelas XI-IPA mengapresiasi dan mengaku sangat senang dengan program yang diinisiasi oleh teman-teman IPM tersebut. Menurutnya, pengalaman berbusana batik saat ujian memberikan nuansa segar yang amat berkesan.
"Biasanya suasana ujian terasa cukup tegang dan kaku dengan seragam sekolah harian. Tapi hari ini suasana kelas jadi terasa sangat berbeda, jauh lebih berwarna dan penuh semangat karena teman-teman memakai batik dengan corak yang beragam. Walaupun materi soal ujiannya tetap membutuhkan konsentrasi ekstra dan cukup menantang, suasana di dalam ruangan terasa lebih nyaman dan menyenangkan," tuturnya dengan penuh keceriaan.
Melalui perpaduan harmonis antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi digital dalam ujian, program IPM Mamumtaza ini menegaskan komitmen para pelajar untuk terus menjadi generasi terpelajar yang seimbang. Para siswa tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi akademis serta penguasaan teknologi modern, tetapi juga konsisten membentuk diri yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi, berkarakter luhur, dan bangga melestarikan budaya bangsa di era modernisasi.
- Bidang PIP IPM MAMUMTAZA












