Berita

Bakar Semangat di Musyda IPM Jakarta Barat, Ketum Khawarizmi Tekankan Dua Peran Penting Kader DKI Jakarta

Hadiri MUSYDA IPM Jakarta Barat. Ketum menekankan 2 hal penting untuk para kader

PW IPM DKI Jakarta

PW IPM DKI Jakarta (@pwipmdkijakarta)

Verified Publisher

Terbit

29 Agustus 2026

Durasi

5 min read

Cover

JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) DKI Jakarta, Muhammad Khawarizmi Syahrul Mubarok, memberikan orasi kebangsaan yang sukses membakar semangat para peserta dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musyda) IPM Jakarta Barat. Dalam orasinya, Khawarizmi menyerukan pentingnya konsolidasi gerakan pelajar dalam menyongsong tantangan zaman yang bergerak cepat.

Ia menegaskan bahwa Musyda tidak boleh hanya dimaknai sebagai ritual tahunan organisasi maupun sekadar ajang perebutan kursi pimpinan.

"Musyawarah Daerah adalah kawah candradimuka! Ini adalah gelanggang tempat gagasan diadu, tempat ego ditundukkan, dan tempat para petarung peradaban dilahirkan," tegas Khawarizmi di hadapan ratusan kader IPM Jakarta Barat.

Merespons dinamika tantangan hari ini, Khawarizmi mengingatkan bahwa pergerakan pelajar tidak bisa lagi dijawab dengan kerja-kerja sporadis atau individual. Menurutnya, era superman sudah habis dan harus segera digantikan dengan kolaborasi dalam bentuk superteam.

Untuk mewujudkan kekuatan kolektif tersebut, Khawarizmi menitikberatkan pada dua peran penting kader IPM DKI Jakarta yang harus dikawal bersama, yaitu: Terkoneksi dan Terintegrasi.

"Jakarta Barat tidak boleh merasa bisa berdiri sendiri. Ranting harus terhubung dengan Cabang, Cabang terhubung dengan Daerah, dan Daerah harus terintegrasi penuh dengan Wilayah DKI Jakarta. Gerakan kita harus satu napas. Kalau Jakarta Barat menghentakkan kakinya, getarannya harus terasa sampai ke seluruh penjuru ibu kota!" paparnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integrasi gerakan dari akar rumput hingga tingkat wilayah merupakan langkah yang tidak bisa ditawar. Hal ini dilakukan demi menyiapkan gagasan dan karya terbaik DKI Jakarta dalam menyongsong perhelatan yang jauh lebih besar, yakni Muktamar IPM.

"Pimpinan Pusat menuntut hadirnya kader-kader unggul yang tajam intelektualnya, matang emosionalnya, dan tuntas spiritualnya. Saya menaruh harapan besar bahwa kader-kader yang akan mengguncang Muktamar nanti, benihnya sedang ditempa di Musyda Jakarta Barat hari ini," imbuhnya.

Menutup orasinya, Khawarizmi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum persidangan Musyda sebagai momentum adu gagasan secara sehat. Ia mempersilakan para kader untuk berdebat dan bertarung dengan argumen tertajam di dalam persidangan.

"Tapi ingat, begitu palu keputusan diketuk, tidak ada lagi kubu-kubuan. Semua kembali merapatkan barisan, bergandengan tangan, menjadi satu kekuatan besar bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah," pungkas Khawarizmi yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta, sebelum akhirnya menutup sambutan dengan pantun khas Jakarta tentang persatuan pelajar ibu kota.

#pelajarjagajakarta#ipmdki
PW IPM DKI Jakarta

PW IPM DKI Jakarta (@pwipmdkijakarta)

Verified Kader IPM

MELESAT & TEPAT

Mungkin kamu suka