Kabar Pelajar

Ramadan Sudah Bisa Dihitung, Sudahkah Pelajar Bersiap?

Terbit

6 November 2026

Durasi

4 menit baca

Ramadan Sudah Bisa Dihitung, Sudahkah Pelajar Bersiap?

Oleh: Akhmad Hasbul Wafi

Anggota KDI PW IPM Jawa Timur

Tidak terasa, sebentar lagi kita akan kembali bertemu dengan bulan Ramadan. Bulan yang selalu dinantikan umat Islam, termasuk kita sebagai pelajar. Meski masih beberapa bulan lagi, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan 1 Ramadan 1448 H jatuh pada 8 Februari 2027.

Dengan adanya KHGT, kita sudah bisa mengetahui kapan Ramadan akan tiba. Bahkan, kita bisa mempersiapkan berbagai kegiatan jauh-jauh hari. Namun, ada satu pertanyaan yang rasanya perlu kita renungkan bersama. Kalau tanggal Ramadan saja sudah bisa dihitung, apakah kesiapan diri kita juga sudah mulai dipikirkan?

Jangan-jangan kita sudah sibuk membayangkan buka bersama teman-teman, kegiatan ngabuburit, hingga libur sekolah, tetapi belum memikirkan apa yang perlu diperbaiki dari diri kita sebelum Ramadan datang.

Bukan Hanya Menghitung Hari

KHGT menjadi salah satu bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam mengembangkan kalender Islam dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Bagi kita sebagai pelajar, hal ini juga menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk terus belajar dan memanfaatkan ilmu pengetahuan.

Namun, ada hal yang menarik untuk kita pikirkan. Kita bisa mengetahui kapan Ramadan dimulai melalui perhitungan, tetapi belum tentu bisa memastikan bahwa diri kita sudah siap menjalankannya dengan baik.

Coba kita ingat-ingat lagi Ramadan tahun lalu. Berapa banyak target yang pernah kita buat? Ingin lebih rajin salat, rutin membaca Al-Qur'an, mengurangi bermain HP, atau memperbaiki sikap kepada orang tua.

Lalu, berapa banyak yang benar-benar berhasil kita lakukan?

Mungkin sebagian sudah tercapai, tetapi tidak sedikit pula yang hanya bertahan selama Ramadan. Setelah bulan puasa selesai, kebiasaan lama perlahan kembali.

Hal seperti inilah yang seharusnya mulai kita evaluasi.

Jangan Sampai Ramadan Hanya Jadi Tren

Sebagai pelajar yang hidup di tengah perkembangan teknologi, kita tentu tidak bisa lepas dari media sosial. Setiap hari ada saja tren baru yang muncul, termasuk ketika Ramadan tiba.

Mulai dari konten berburu takjil, rekomendasi tempat buka bersama, sampai berbagai kegiatan yang ramai dibagikan di media sosial.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengikuti tren tersebut. Kita juga boleh menikmati suasana Ramadan bersama teman-teman. Namun, jangan sampai kita lebih sibuk memikirkan konten yang akan diunggah daripada ibadah yang seharusnya dijalankan.

Apalagi sekarang kita hidup di zaman ketika sesuatu yang viral sering dianggap penting. Padahal, tidak semua yang ramai dibicarakan membawa manfaat bagi diri kita.

Sebagai pelajar, kita perlu belajar membedakan mana yang sekadar hiburan dan mana yang benar-benar memberikan nilai kebaikan.

Jangan sampai Ramadan hanya ramai di media sosial, tetapi sepi perubahan dalam diri kita.

Pelajar Harus Mulai Berbenah

Menurut saya, menyambut Ramadan tidak harus menunggu bulan puasa tiba. Justru waktu yang masih tersedia ini bisa kita manfaatkan untuk mulai memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Tidak perlu langsung melakukan perubahan besar. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, seperti membiasakan salat tepat waktu, menjaga ucapan, menghormati guru, membantu orang tua, dan mengurangi kebiasaan membuang waktu untuk hal yang kurang bermanfaat.

Bagi kita yang menjadi bagian dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ramadan juga seharusnya menjadi kesempatan untuk menghidupkan gerakan pelajar yang lebih bermanfaat.

Kegiatan Ramadan jangan hanya berhenti pada agenda buka bersama atau acara tahunan. Kita bisa mengisinya dengan kegiatan literasi, kajian keislaman, berbagi kepada sesama, dan aktivitas lain yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebab, menjadi pelajar berkemajuan bukan hanya soal pintar dalam pelajaran atau aktif berorganisasi, tetapi juga bagaimana ilmu dan pengalaman yang kita miliki bisa membentuk akhlak serta kepedulian kepada orang lain.

Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183, Allah menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Artinya, Ramadan seharusnya menjadi tempat kita belajar mengendalikan diri dan memperbaiki perilaku.

Pada akhirnya, KHGT sudah membantu kita mengetahui kapan Ramadan akan datang. Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri.

Jangan sampai kita hanya pandai menghitung berapa hari lagi menuju Ramadan, tetapi lupa menghitung berapa banyak kebiasaan buruk yang masih perlu diperbaiki.

Karena yang paling penting bukan seberapa cepat kita mengetahui datangnya Ramadan, melainkan seberapa siap kita menyambutnya dengan perubahan yang lebih baik.

Ramadan boleh jadi masih beberapa bulan lagi, tetapi untuk menjadi pelajar yang lebih baik, mengapa harus menunggu nanti?

Wallahu a'lam bish-shawab.

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel