TAK SEMANIS GULA
-HAFIZSYAH-
Kamis ini tubuhku mulai kehilangan daya,
Pendengaranku samar, pengecapku tak lagi sempurna,
Segala rasa seolah pergi tanpa suara,
Bahkan manisnya gula tak mampu menghibur lidah yang terluka.
Kucoba meracik segelas air gula hangat,
Berharap manisnya mampu membuat tubuhku kuat,
Namun lidah ini tak mampu mengenali nikmat,
Seakan rasa telah pergi dan meninggalkan sesaat.
Di antara hangat air yang perlahan kuminum,
Ada banyak rasa yang diam-diam ingin kutampung,
Tentang sakit yang tak selalu mampu kuungkapkan,
Tentang rindu yang terkadang lebih pahit dari kenyataan.
Ternyata tak semua manis terasa indah,
Tak semua hangat mampu mengusir resah,
Sebab segelas gula hanya mampu memaniskan rasa,
Namun tak mampu menggantikan manisnya cinta yang kurasa.
PONTIANAK, 05 NOVEMBER 2026













