MAKNA SEBUAH TITIPAN PUISI TERAKHIR
-HAFIZSYAH-
Tujuh tahun lalu, kau sahabat yang Istimewa,
Tempat kusimpan rasa dalam bait yang begitu sederhana,
Bersama puisi emasku, kugapai mimpi dan cita,
Namun waktu menitipkan rindu yang tak lagi sama.
Dia sahabatku, namanya tetap abadi dalam aksara,
Di antara lembar puisi, terselip Cerita dengan seribu kata,
Ada Satu Hal yang tak selesai, dan ada janji yang kujaga,
Dan ada sebuah titipan yang tak sanggup kubaca tanpa air mata.
Tanggal dua puluh dua pernah menjadi cerita,
Satu hari tempat hatiku bersenang-senang, membawa kenangan yang istimewa,
Kini mungkin inilah puisi terakhir yang bisa kutulis di sana,
Sebab esok, tanggal-tanggal itu hanya akan menjadi kenangan semata.
Untuk selanjutnya, hanya dua puluh Oktober akan kukenang abadi,
Membaca sisa bait yang tujuh tahun tak mampu kuhindari,
Jika puisi ini titipan terakhir yang kelak tak lagi kau temu,
Biar engkau Melihat : Aku pernah menjadi sahabatmu, dan puisiku pernah menjadi cara menyukaimu.
PONTIANAK, 22 OKTOBER 2026












