Sastra

BUMI TERUS SESAK, MANUSIA MASIH TAMAK.

Berisikan puisi yang menyampaikan pesan bahwa, bumi ini juga sedih akan kelakuan manusia dari kalangan atas sampai kebawah dengan sikap akan ketamakannya.

HAFIZSYAH

HAFIZSYAH (@hafizsyah17)

Verified Publisher

Terbit

19 September 2026

Durasi

5 min read

Cover

BUMI KETAMAKANNYA

-HAFIZSYAH-

Bumi tak pernah meminta lebih,
hanya ingin bernapas di antara riuh kehidupan.
Namun tangan manusia terus mengambil tanpa letih,
hingga tanah pun belajar mengenal arti kehilangan.

Dari mereka yang duduk tinggi di balik meja,
hingga mereka yang berjalan mencari sesuap harapan,
semuanya pernah meninggalkan luka di tubuhnya,
ketika keinginan tumbuh lebih besar dari kesadaran.

Kini bumi menangis tanpa suara,
laut menelan air mata, hutan kehilangan teduhnya.
Barangkali bukan bumi yang sedang sekarat
melainkan hati manusia yang perlahan kehilangan rasa.

PONTIANAK,19 SEPTEMBER 2026

#PUISI#IPMPONTIANAK
HAFIZSYAH

HAFIZSYAH (@hafizsyah17)

Verified Kader IPM

Koordinator IKASDMuDa Pontianak Angkatan 2019, Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Tanjungpura Pontianak 2025.

Mungkin kamu suka