Sastra

BUMI TERUS SESAK, MANUSIA MASIH TAMAK.

Berisikan puisi yang menyampaikan pesan bahwa, bumi ini juga sedih akan kelakuan manusia dari kalangan atas sampai kebawah dengan sikap akan ketamakannya.

Terbit

19 September 2026

Durasi

1 menit baca

BUMI TERUS SESAK, MANUSIA MASIH TAMAK.

BUMI KETAMAKANNYA

-HAFIZSYAH-

Bumi tak pernah meminta lebih,
hanya ingin bernapas di antara riuh kehidupan.
Namun tangan manusia terus mengambil tanpa letih,
hingga tanah pun belajar mengenal arti kehilangan.

Dari mereka yang duduk tinggi di balik meja,
hingga mereka yang berjalan mencari sesuap harapan,
semuanya pernah meninggalkan luka di tubuhnya,
ketika keinginan tumbuh lebih besar dari kesadaran.

Kini bumi menangis tanpa suara,
laut menelan air mata, hutan kehilangan teduhnya.
Barangkali bukan bumi yang sedang sekarat
melainkan hati manusia yang perlahan kehilangan rasa.

PONTIANAK,19 SEPTEMBER 2026

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel