Opini

Dari Ranting, Dampak dan Perubahan Itu Tumbuh

Kedekatannya dengan pelajar menjadikan ranting sebagai ruang utama kaderisasi, penanaman nilai, dan perwujudan gagasan dalam tindakan nyata.

Ihsan Abdul Ghani

Ihsan Abdul Ghani (@imihsan)

Verified Publisher

Terbit

3 Agustus 2026

Durasi

5 min read

Cover

Dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah, setiap jenjang pimpinan tentu memiliki peran penting. Namun, apabila pergerakan diukur dari seberapa dekat ia menyentuh kehidupan pelajar, maka Pimpinan Ranting adalah tempat dampak dan perubahan paling mungkin tumbuh.

Ranting berada paling dekat dengan pelajar. Mereka bertemu setiap hari, mengalami lingkungan yang sama, dan berhadapan langsung dengan persoalan nyata di sekolah. Karena kedekatan tersebut, ranting bukan sekadar struktur paling bawah, melainkan fondasi utama pergerakan IPM. Di sanalah nilai keislaman, keilmuan, kepedulian, dan kemandirian tidak hanya dibicarakan, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari.

Paulo Freire (seorang tokoh pendidikan, filsuf, dan pendidik) menyebut perubahan sebagai "praxis", yaitu perpaduan antara refleksi dan tindakan untuk mengubah dunia. Artinya, gagasan baru benar-benar mempunyai makna ketika dipertemukan dengan tindakan nyata. Dalam konteks IPM, ruang pertemuan antara gagasan dan tindakan itu paling nyata berada di ranting.

Pandangan ini juga sejalan dengan pemikiran Robert Chambers (ahli dan peneliti studi pembangunan asal Inggris) melalui gagasan "putting the last first", yaitu pihak yang paling dekat dengan kenyataan harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima kebijakan. Elinor Ostrom (adalah seorang ilmuwan politik dan ahli Indiana University asal Amerika) juga menunjukkan bahwa komunitas lokal mampu mengelola kepentingannya secara efektif ketika diberi kepercayaan dan ruang untuk membentuk aturan bersama.

Sayangnya, kehidupan organisasi terkadang terlalu sibuk dengan dinamika, persaingan, dan politisasi pada jenjang di atas. Orientasi pergerakan perlahan bergeser dari memperkuat pelajar menjadi memperkuat posisi. Akibatnya, ranting kerap hanya dipandang sebagai penyedia peserta, pelaksana instruksi, atau angka dalam laporan organisasi.

Padahal, masa depan IPM tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menduduki posisi tertinggi, masa depan IPM juga dipengaruhi oleh seberapa banyak pelajar yang bertumbuh di tingkat paling dasar. Sebab dari rantinglah nilai ditanamkan, kader dibentuk, gagasan diuji, dan perubahan diwujudkan.

Dari ranting, dampak itu dirasakan. Dari ranting pula, perubahan itu ditumbuhkan.

#organisasi#struktur#sistem#ranting#kebayoran lama
Ihsan Abdul Ghani

Ihsan Abdul Ghani (@imihsan)

Verified Kader IPM

Belum ada bio publik.

Mungkin kamu suka