Sastra

AHAD BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA #3

Halo disini puisi ke 2 ku, di puisi ini aku akan menyampaikan keseruan masa-masa sd. dan kenangan di sebuah kantin tak lupa dengan ayam gepreknya yang khas dan teh manis yang bisa ditulis namun tidak bisa diulang lagi kenangannya.

Terbit

27 September 2026

Durasi

5 min read

AHAD BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA #3

SEPORSI AYAM GEPREK DI KENANGAN

-HAFIZSYAH-

Dulu, di bangku kecil selepas bel berbunyi,
Kita berlari mengejar kantin tanpa ragu,
Seporsi ayam geprek Pak Suhardi menjadi saksi,
Dan teh manis menemani tawa yang tak pernah semu.

Kita tertawa hanya karena hal sederhana,
Saling mengejek lalu kembali bercanda,
Kau duduk di sampingku, membawa cerita,
Seolah dunia hanya milik kita berdua.

Kini kantin itu masih mungkin untuk kutemui,
Ayam gepreknya mungkin masih Nikmat akan pedas,
Teh manisnya yang masih bisa kubeli,
Namun masa kecil itu tak pernah bisa kembali terlepas.

Jika suatu hari rindu datang tanpa suara,
Akan kutulis namamu di halaman kenangan,
Sebab Rasa suka pertama mungkin bukan tentang memiliki,
Melainkan tentang seporsi ayam geprek yang selamanya tinggal di ingatan.

PONTIANAK, 27 SEPTEMBER 2026

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel