SEPORSI AYAM GEPREK DI KENANGAN
-HAFIZSYAH-
Dulu, di bangku kecil selepas bel berbunyi,
Kita berlari mengejar kantin tanpa ragu,
Seporsi ayam geprek Pak Suhardi menjadi saksi,
Dan teh manis menemani tawa yang tak pernah semu.
Kita tertawa hanya karena hal sederhana,
Saling mengejek lalu kembali bercanda,
Kau duduk di sampingku, membawa cerita,
Seolah dunia hanya milik kita berdua.
Kini kantin itu masih mungkin untuk kutemui,
Ayam gepreknya mungkin masih Nikmat akan pedas,
Teh manisnya yang masih bisa kubeli,
Namun masa kecil itu tak pernah bisa kembali terlepas.
Jika suatu hari rindu datang tanpa suara,
Akan kutulis namamu di halaman kenangan,
Sebab Rasa suka pertama mungkin bukan tentang memiliki,
Melainkan tentang seporsi ayam geprek yang selamanya tinggal di ingatan.
PONTIANAK, 27 SEPTEMBER 2026













