RINDU LORONG SEKOLAH DULU
-HAFIZSYAH-
Riuh angin menyusuri lorong sekolah,
mengusik pintu-pintu yang pernah terbuka,
petir menggelegar di balik langit yang resah,
dan rinduku pulang pada masa yang tak lagi ada.
Dulu, lorong itu penuh langkah dan tawa,
seragam sederhana menyimpan begitu banyak cerita,
kini hanya angin yang datang menyapa,
seolah bertanya, “Masihkah kau merindukannya?”
Aku menahan rindu di antara suara hujan,
sebab waktu tak pernah mau berbalik arah,
bangku-bangku itu masih mungkin menyimpan kenangan,
tetapi kita telah pergi membawa usia yang berubah.
Jika petir kembali menggelegar malam ini,
biarlah ia menjadi suara dari rindu yang kupendam,
sebab masa sekolah telah selesai dan takkan kembali,
dan lorong itu kini hanya tinggal rumah bagi kenangan.
PONTIANAK, 26 SEPTEMBER 2026













