Sastra

SABTU BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA

Riuh angin dan menggelegarnya petir di suasana sekolah, menjadikan rinduku terhadap masa-masa sekolah. yang sudah selesai dan tidak bisa diulang.

Terbit

26 September 2026

Durasi

5 min read

SABTU BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA

RINDU LORONG SEKOLAH DULU

-HAFIZSYAH-

Riuh angin menyusuri lorong sekolah,
mengusik pintu-pintu yang pernah terbuka,
petir menggelegar di balik langit yang resah,
dan rinduku pulang pada masa yang tak lagi ada.

Dulu, lorong itu penuh langkah dan tawa,
seragam sederhana menyimpan begitu banyak cerita,
kini hanya angin yang datang menyapa,
seolah bertanya, “Masihkah kau merindukannya?”

Aku menahan rindu di antara suara hujan,
sebab waktu tak pernah mau berbalik arah,
bangku-bangku itu masih mungkin menyimpan kenangan,
tetapi kita telah pergi membawa usia yang berubah.

Jika petir kembali menggelegar malam ini,
biarlah ia menjadi suara dari rindu yang kupendam,
sebab masa sekolah telah selesai dan takkan kembali,
dan lorong itu kini hanya tinggal rumah bagi kenangan.

PONTIANAK, 26 SEPTEMBER 2026

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel