Sudah saatnya kita menghentikan budaya gila kerja (hustle culture) yang terlampau dini meracuni mental generasi muda Surabaya. Langkah nyata yang perlu segera kita ambil meliputi:
Merombak Pola Pikir Lama: Orang tua dan pihak sekolah harus berhenti memandang nilai rapor serta kesibukan tanpa henti sebagai satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang anak.
Menyediakan Ruang Bernapas yang Nyata: Pemerintah Kota Surabaya perlu memperbanyak serta merenovasi ruang terbuka hijau dengan fasilitas kreatif gratis agar anak muda punya tempat untuk melepas penat.
Mendorong Detoks Digital: Membiasakan para remaja untuk sejenak menjauhkan diri dari layar gawai dan kembali menikmati hangatnya interaksi sosial di dunia nyata secara seimbang.
Maka dari itu, ayo sekarang saatnya kita berhenti menormalisasi kelelahan akut demi ambisi yang semu. Mari bersama-sama mengawal perubahan ini agar para remaja di Surabaya tidak lagi mengorbankan kewarasan mental mereka demi standar kesuksesan yang keliru, dan kembali menemukan ruang untuk hidup dengan seimbang, bahagia, serta bermakna.













