Opini

Urban Burnout: Fenomena Remaja Surabaya yang Terjebak Stres Akademik dan Tuntutan Karir Dini

Remaja Surabaya mengalami urban burnout akibat terjebak stres akademik berat, tuntutan prestasi sempurna, dan tekanan membangun karir sejak dini. Kondisi ini memicu kelelahan mental, kehilangan motivasi belajar, serta krisis jatidiri di tengah kehidupan kota yang kompetitif dan serba cepat.

Terbit

21 September 2026

Durasi

5 min read

Urban Burnout: Fenomena Remaja Surabaya yang Terjebak Stres Akademik dan Tuntutan Karir Dini

Sudah saatnya kita menghentikan budaya gila kerja (hustle culture) yang terlampau dini meracuni mental generasi muda Surabaya. Langkah nyata yang perlu segera kita ambil meliputi:

Merombak Pola Pikir Lama: Orang tua dan pihak sekolah harus berhenti memandang nilai rapor serta kesibukan tanpa henti sebagai satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang anak.

Menyediakan Ruang Bernapas yang Nyata: Pemerintah Kota Surabaya perlu memperbanyak serta merenovasi ruang terbuka hijau dengan fasilitas kreatif gratis agar anak muda punya tempat untuk melepas penat.

Mendorong Detoks Digital: Membiasakan para remaja untuk sejenak menjauhkan diri dari layar gawai dan kembali menikmati hangatnya interaksi sosial di dunia nyata secara seimbang.

Maka dari itu, ayo sekarang saatnya kita berhenti menormalisasi kelelahan akut demi ambisi yang semu. Mari bersama-sama mengawal perubahan ini agar para remaja di Surabaya tidak lagi mengorbankan kewarasan mental mereka demi standar kesuksesan yang keliru, dan kembali menemukan ruang untuk hidup dengan seimbang, bahagia, serta bermakna.

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel