IPM.OR.ID., MAKASSAR – Dalam perhelatan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), kehadiran kader IPM Papua menghadirkan bahasa lain, bahasa simbol, warna, dan makna yang merefleksikan identitas serta perjuangan pelajar dari Tanah Timur.
Dalam wawancara eksklusif, Rani Safitri, kader PW IPM Papua, pada Kamis (5/2/2026) menjelaskan bahwa apa yang mereka kenakan merupakan refleksi dari cara pandang masyarakat Papua terhadap kehidupan.
Harmoni antara manusia dan alam menjadi fondasi utama, sekaligus bentuk penghormatan terhadap tanah Papua yang selama ini menjadi ruang tumbuh, belajar, dan berjuang.
“Bagi kami, ini adalah cara untuk menyampaikan identitas dan nilai tanpa harus banyak kata,” tutur Rani.
Melalui simbol-simbol tersebut, tersirat pesan












