UPACARA YANG KURINDUKAN
-HAFIZSYAH-
Senin datang bersama mentari,
Panasnya jatuh di atas seragam putih,
Di bawah tiang bendera merah putih aku berdiri,
Mengawali hari ini dengan hati yang berseri.
Barisan rapi menjadi saksi,
Keringat mengalir membasahi dahi,
Namun entah mengapa aku tak ingin pergi,
Sebab di sanalah tumbuh cerita yang berarti.
Dahulu upacara terasa begitu lama,
Menunggu aba-aba di tengah cahaya,
Kini setiap Senin menjelma rindu di dada,
Pada sekolah, teman, dan tawa yang sederhana.
Jika waktu mengizinkan aku kembali,
Aku ingin berdiri lagi di tempat yang sama,
Menatap bendera naik perlahan ke langit pagi,
Sebab upacara itu bukan sekadar rutinitas, ia adalah awal dari hari-hari yang pernah kucintai.
PONTIANAK, 28 SEPTEMBER 2026













