Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Kita sebagai seorang muslim atau muslimah dilatih untuk menahan diri selama menjalani bulan suci ini. Hal-hal baik bersama-sama kita tingkatkan demi meraih banyak kebaikan, keberkahan, ketakwaan, dan menggapai rida serta cinta-Nya.
Kita semua sama-sama tahu, jika setan dibelenggu pada bulan Ramadan. Tapi, kita pun sama-sama tahu, masih banyak diantara kita yang masih “kesetanan”, melakukan kemaksiatan, melakukan tindak kejahatan, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa setan ternyata tak melulu soal wujud, tapi juga tentang sifat. Sifat setan yang terdapat dalam diri setiap manusia.
Karena pada akhirnya yang menjadi musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Setannya sendiri, hawa nafsunya sendiri. Bulan Ramadan hadir sebagai media latihan kita mengontrol dan mengendalikan itu. Menguatkan diri kita menghadapi perang besar yang tiada henti. Setelah kita berhasil mengatasi musuh besar itu, kita akan menjadi pribadi yang bertakwa, atau setidaknya kita akan berjalan lebih dekat












