Jika kita benar-benar mencintai IPM, maka kita harus berani mengubah arah. Politik boleh hidup, tapi jangan sampai ruh dakwah pelajar dikubur hidup-hidup karenanya.
Sebagian dari kita mungkin pernah merasa kecewa melihat wajah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hari ini: penuh ambisi, minim sinergi. Musyawarah yang semestinya menjadi ruang tumbuh bersama, kini berubah menjadi ajang kompetisi politik yang tidak sehat. Padahal, IPM tidak lahir untuk itu.
IPM didirikan pada 18 Juli 1961 sebagai respons terhadap kebutuhan Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader di kalangan pelajar. Ia lahir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai ruang pengkaderan intelektual muda yang mewarisi semangat tajdid. Semangat awal inilah yang seharusnya menjadi kompas dalam setiap langkah organisasi.
Politik Kader IPM: Sebuah RealitaPolitik seharusnya tidak menjadi momok. Dalam arti












