Memperhatikan Proses Mendidik Kader“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi pewarisan nilai melalui keteladanan.”- K.H. Ahmad Dahlan.
Selama mengikuti dinamika dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), terkadang seorang kader sering terjebak pada kegiatan struktural; menyusun program, membuat sistem perintah, berharap anggota pengurus akan berkembang melalui instruksi yang rapi, membuat banyak pelatihan, mengadakan rapat dan evaluasi, serta merancang pedoman kaderisasi. Semua itu penting namun tidak cukup.
Faktanya, kader terbaik tidak lahir dari ruang pelatihan semata. Mereka berkembang dari sosok panutan yang menginspirasi. Mereka tidak hanya mendengar, tapi mengamati. Tidak hanya mencatat, tapi meniru. Dan di situlah persoalan kader IPM saat ini. Terlalu banyak instruksi, tetapi minim inspirasi.
“Jangan banyak menyuruh, tapi banyak menunjukkan. Jangan banyak memerintah, tapi banyak memberi contoh.”– Buya Hamka.
Jika kita menengok kembali pada masa lalu, Muhammadiyah selalu mengedepankan pentingnya keteladanan. K.H. Ahmad












