Berita

GELORA KUNING DI SELATAN: Musyda IPM Jakarta Selatan Kobarkan Semangat Spiritual dan Lahirkan Kader Penakluk Zaman Menuju Muktamar!

Visi besar Jakarta bukanlah sekadar ambisi kosong di atas kertas. Untuk membawa gaung Muktamar ke tanah Jakarta, kita membutuhkan fondasi gerak yang sangat kokoh. Dan fondasi utama itu ada pada kalian—kader-kader unggul dan bertanggung jawab yang lahir dari rahim Jakarta Selatan.

PW IPM DKI Jakarta

PW IPM DKI Jakarta (@pwipmdkijakarta)

Verified Publisher

Terbit

15 Agustus 2026

Durasi

5 min read

Cover

JAKARTA SELATAN – Sabtu, 15 Agustus 2026. Semangat membara dan tekad yang menggelegar mewarnai ruang sejarah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Jakarta Selatan. Ratusan pelajar menggunakan jas kuning IPM tampak memenuhi arena, menyatukan asa dalam perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musyda). Forum tertinggi ini bukan sekadar rutinitas organisatoris biasa, melainkan panggung kebangkitan yang dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penggerak, di antaranya Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, Ibunda Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Jakarta Selatan, dan Ayahanda Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Lama, Pimpinan Wilayah IPM DKI Jakarta.

Di tengah gemuruh antusiasme kader, Ayahanda PDM Jakarta Selatan memberikan sentuhan ruhani yang menggetarkan. Beliau menegaskan bahwa kejayaan kader tak akan memiliki pijakan tanpa akar literasi ilahiah yang kokoh. Beliau menancapkan standar tinggi bagi setiap langkah kader ke depan dengan pesan yang tajam:

"Pendalaman keilmuan dari segi pemahaman dan bacaan Al-Qur'an yang harus ditingkatkan!" - Muhammad Iqbal (PDM Jakarta Selatan)

Memperkuat fondasi fundamental tersebut, Ayahanda PCM Kebayoran Lama, Ahmad Jahid, menyerukan panggilannya yang menggugah relung jiwa. Ia memperingatkan dengan tegas agar para kader tidak luntur tergerus urusan teknis duniawi semata. Peluh keringat pergerakan harus diiringi sujud yang khusyuk. Beliau mengamanatkan agar PD IPM:

"Berfokus pada pembinaan spiritual dalam berorganisasi khususnya sholat sebagai tiang agama." - Ahmad Jahid (PCM Kebayoran Lama)

Puncak gelora motivasi pecah saat Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM DKI Jakarta, Muhammad Khawarizmi Syahrul Mubarok, menaiki mimbar. Dengan nada yang membakar semangat juang para pelajar berjas kuning tersebut, ia menyerukan panggilan sejarah yang tidak bisa lagi ditawar. Ia menitipkan kobaran api perjuangan dan akselerasi pergerakan ke tengah-tengah forum:

"Musyawarah Daerah hari ini hadir di momentum yang sangat krusial bagi perjalanan kita. Hari ini, DKI Jakarta tidak bisa lagi bergerak dengan ritme yang biasa-biasa saja. Kita butuh percepatan, kita butuh akselerasi di segala lini gerakan! Mengapa? Karena kita memiliki satu visi besar dan strategis di depan mata: Jakarta harus mengambil peran, bersiap, dan mampu memperjuangkan peluang untuk ikut andil dalam perhelatan Muktamar IPM mendatang."


"Jakarta Selatan harus tampil di garda terdepan, menjadi motor penggerak utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menyukseskan agenda nasional tersebut. Pastikan Musyda ini berjalan aman dan progresif sebagai kawah candradimuka. Tunjukkan bahwa kader Jakarta Selatan adalah kader yang tidak hanya berwacana, tetapi berani memikul tanggung jawab sejarah!" - Muhammad Khawarizmi (Ketua Umum PW IPM DKI)

Musyda PD IPM Jakarta Selatan adalah titik tolak sebuah revolusi pergerakan. Arena ini harus menjadi tempat beradunya gagasan-gagasan besar. Ini adalah momentum bagi seluruh kader Jakarta Selatan untuk membuang keraguan, berani explore langit, dan memunculkan terobosan-terobosan brilian yang akan mengguncang peradaban. Muktamar menanti di depan mata, dan Jakarta Selatan siap berdiri tegak memimpin di garda terdepan, memikul tanggung jawab, dan menebar kebermanfaatan seluas-luasnya bagi umat dan bangsa!



Penulis: Muhammad Alpi Saputra

#pelajar jaga jakarta
PW IPM DKI Jakarta

PW IPM DKI Jakarta (@pwipmdkijakarta)

Verified Kader IPM

MELESAT & TEPAT

Mungkin kamu suka