Jangan kau telanjangi Bumi Pertiwi
Dengan nepotisme mu yang mengalahkan konstitusi
Dengan caramu menyuburkan korupsi
Atau dengan caramu yang terlihat bersih padahal hanya saling melindungi.
Jangan kau telanjangi Bumi Pertiwi
Baru sebelah kakimu menduduki istana negeri
Kau kuburkan kedaulatan rakyat dari seluruh negeri
Tutup telinga, tutup mata, cukup dengar dari para penjilat saja.
Jangan kau tarik sehelai kebaya Bumi Pertiwi yang tersisa
Rakyat telah percaya bahwa kau yang akan menjahit lagi kerusakan padanya
Tapi kau yang paling besar usahanya
Untuk melepas kebaya dan menelanjanginya.
Tuhan, maafkan aku harus membuat aksara ini cedera
Dengan banyak kalimat vulgar aku keluarkan darinya
Tak banyak, Tuhan. Pun tak lama
Hanya sampai ketika rakyat sudah kembali memegang kedaulatannya.
Aku akan menyuarakannya,
Aku akan menulisnya
Aku akan melangitkannya
Semoga itu menjadi saksi bahwa aku bukan barisan yang mendzolimi.
Di Suatu Tempat Sedang Terdzalimi, 30 Oktober 2026













