Opini

Jangan lihat dari penampilan lihat lah dari hatinya

Jangan lihat dari penampilan, lihat dari hati nya". Kita diimbau untuk tidak menilai karakter seseorang hanya berdasarkan rupa fisiknya.

Terbit

22 September 2026

Durasi

5 min read

Jangan lihat dari penampilan lihat lah dari hatinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah artikel yang berjudul “Jangan Lihat dari Penampilan, Lihatlah dari Hatinya.”

Pepatah “jangan menilai buku dari sampulnya” mungkin sudah sering kita dengar. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita masih sering menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat dari luar. Tanpa sadar, kita mudah memberikan penilaian berdasarkan wajah, pakaian, gaya, atau penampilan seseorang.

Sebuah ilustrasi sederhana mengingatkan kita tentang hal tersebut. Di dalam gambar itu terdapat pesan yang sangat jelas, yaitu “JANGAN LIHAT DARI PENAMPILAN, LIHATLAH DARI HATINYA.”

Dalam gambar tersebut terdapat dua sosok pria dengan penampilan yang sangat berbeda.

Di sebelah kiri terlihat seorang pria yang tampan, rapi, dan bergaya. Ia mengenakan pakaian yang bagus serta kacamata hitam sehingga terlihat menarik dan meyakinkan. Namun, di atas kepalanya terdapat gambaran hati berwarna hitam dengan tanduk dan ekor seperti iblis. Gambaran tersebut melambangkan bahwa seseorang yang terlihat menarik dari luar belum tentu memiliki hati dan niat yang baik.

Terkadang, penampilan yang rapi dan menarik dapat membuat seseorang terlihat baik di mata orang lain. Padahal, kita tidak dapat mengetahui isi hati dan niat seseorang hanya dengan melihat penampilannya.

Sebaliknya, di sebelah kanan terdapat sosok pria dengan wajah yang terlihat menyeramkan dan sangar. Penampilannya mungkin membuat sebagian orang merasa takut atau memilih untuk menjaga jarak ketika bertemu dengannya. Namun, di atas kepalanya justru terdapat hati berwarna putih dengan sayap seperti malaikat.

Gambaran tersebut memiliki makna yang sebaliknya. Seseorang yang terlihat menyeramkan atau tidak sesuai dengan standar keindahan masyarakat belum tentu memiliki hati yang buruk. Bisa saja justru ia adalah orang yang tulus, penyayang, peduli, dan bersedia membantu orang lain.

Hal seperti ini sebenarnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kita terkadang terlalu mudah memberikan kepercayaan kepada seseorang hanya karena penampilannya terlihat baik, rapi, atau menarik. Namun, pada akhirnya kita bisa saja merasa kecewa karena ternyata sifat dan niatnya tidak seperti yang kita bayangkan.

Sebaliknya, kita juga sering berprasangka buruk kepada seseorang hanya karena penampilannya terlihat kasar, sangar, atau menyeramkan. Padahal, mungkin orang tersebut memiliki hati yang baik dan justru menjadi orang pertama yang membantu ketika kita sedang mengalami kesulitan.

Dari ilustrasi tersebut, kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa penampilan bukanlah ukuran utama untuk menentukan baik atau buruknya seseorang.

Pakaian, gaya rambut, wajah, dan penampilan fisik hanyalah sesuatu yang terlihat dari luar. Semua itu tidak selalu menunjukkan seperti apa hati dan karakter seseorang yang sebenarnya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak terburu-buru menilai seseorang hanya berdasarkan pandangan pertama. Cobalah mengenal seseorang melalui perkataan, sikap, tindakan, dan cara ia memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Pesan yang ingin disampaikan melalui gambar tersebut dapat diringkas menjadi:

WAJAH SEPERTI MALAIKAT — HATI SEPERTI IBLIS.

WAJAH TERLIHAT MENYERAMKAN — HATI SEPERTI MALAIKAT.

Artinya, orang yang berpenampilan menarik, modis, tampan, dan terlihat rapi belum tentu memiliki niat yang baik. Bisa saja di balik penampilan tersebut terdapat niat yang buruk terhadap orang lain.

Sebaliknya, orang yang berpenampilan menakutkan, sangar, atau tidak sesuai dengan standar keindahan masyarakat bisa saja memiliki hati yang sangat tulus, penuh kasih sayang, dan suka membantu.

Hal tersebut juga memiliki kaitan dengan ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis.

1. Surah Al-Hujurat (49) Ayat 13

Ayat ini menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan ditentukan oleh rupa, kekayaan, maupun status sosialnya, melainkan oleh ketakwaannya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dari ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukanlah sekadar apa yang terlihat dari luar, tetapi ketakwaan dan perilakunya.

2. Surah Al-Munafiqun (63) Ayat 4

Ayat ini menggambarkan orang-orang munafik yang secara lahiriah dapat terlihat mengagumkan dan perkataannya dapat menarik perhatian, tetapi keadaan batinnya tidak sesuai dengan apa yang tampak dari luar.

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar...”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa penampilan yang menarik dan perkataan yang bagus tidak selalu menjadi bukti bahwa seseorang memiliki hati yang baik.

3. Surah Al-Baqarah (2) Ayat 204

Allah juga mengingatkan kita tentang orang yang perkataannya terlihat menarik dan meyakinkan, tetapi ternyata memiliki niat yang buruk

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah atas kebenaran isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terpedaya hanya karena seseorang pandai berbicara atau terlihat baik dari luar.

4. Hadis Riwayat Muslim

Pesan “jangan melihat seseorang hanya dari penampilannya”juga berkaitan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.”

**(HR. Muslim no. 2564)**

Hadis tersebut mengajarkan bahwa rupa dan harta bukanlah ukuran utama di hadapan Allah. Yang lebih penting adalah hati dan amal perbuatan seseorang.

Dari Al-Qur’an dan hadis tersebut, kita dapat belajar bahwa kebaikan seseorang tidak dapat diukur hanya dari penampilannya. Orang yang terlihat tampan, rapi, dan menarik belum tentu memiliki hati yang baik. Begitu juga orang yang terlihat sederhana, kasar, atau menyeramkan belum tentu memiliki hati yang buruk.

Oleh karena itu, mari kita belajar untuk tidak mudah berprasangka dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan penampilan seseorang. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menunjukkan siapa dirinya melalui sikap dan perbuatannya.

Pada akhirnya, penampilan fisik akan berubah seiring berjalannya waktu. Namun, kebaikan hati dan amal perbuatanlah yang akan memberikan makna dalam kehidupan seseorang.

Kesimpulan dari gambar tersebut

Jadi, jangan hanya melihat seseorang dari apa yang tampak di luar.Jangan lihat dari penampilannya, tetapi lihatlah dari hati dan perbuatannya.

Sekian dari saya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel