QS. asy-Syura [42]: 23
ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ
Artinya: "Itulah (karunia) yang Allah beritahukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas seruanku ini, kecuali kasih sayang kepada kerabat.'"
Setelah Kita Menempuh suatu Pendidikan, maupun suatu amanah mandat di MUHAMMADIYAH. Kita Sudah Menjadi Pasif Dalam Berkegiatan, Namun Apakah Kita Tidak Boleh Kembali Aktif Untuk MUHAMMADIYAH Dan Untuk Negara Ini Juga.
Tentunya Boleh, Bahkan MUHAMMADIYAH Tidak Memandang status apapun dalam Berorganisasi, Ataupun Mengabdi Didalam MUHAMMADIYAH Itu sendiri. seperti yang disampaikan oleh pendiri MUHAMMADIYAH "Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah meester, insinyur dan lain-lainnya dan kembalilah kepada Muhammadiyah.".
Yang Kita bisa tangkap dari pesan itu adalah, mau se sukses apapun kamu kelak. kembalilah kepada tempat asalmu, dan sampaikan ilmu yang kamu peroleh kepada para pelajar mau peserta didik tanpa memandang apapun. dan menjadikan generasi selanjutnya, menjadi generasi terdidik untuk indonesia kedepannya.
Kami Menjadi Alumni terkadang ingin kembali ke masa lalu kami, dan bilang ke diri kami sendiri yang dahulu. bahwa pelajar indonesia selanjutnya ada di tangan kami, agar menciptakan pelajar terdidik, saling mencintai kekeluargaan dan menjadikan generasi indonesia emas terdidik.
Mulai dari langkah kecil, bisa membuat kita sadar akan suatu hal yang mungkin sudah terjadi ataupun belum terjadi.













