SEPORSI BUBUR DAN KITA
-HAFIZSYAH-
Pagi itu, seragam masih menyimpan cerita,
Delpan orang berjalan menuju ke kantin sederhana,
seporsi bubur hangat mengepul di antara kita,
dan masing-masing nama diam-diam tersimpan di dada.
Hujan turun, membasahi halaman sekolah,
sendok beradu, tawa pun pecah tanpa arah,
empat hati mencoba menyembunyikan rasa,
sementara empat pujaan menjadi alasan kita betah.
Tak banyak yang kita punya selain waktu,
semangkuk bubur, obrolan, dan candaan yang lugu,
namun entah mengapa hingga hari ini selalu begitu,
aroma bubur mengembalikan kita pada rindu.
Kini pagi telah berganti, sekolah tinggal kenangan,
empat sahabat tumbuh membawa jalan kehidupan,
namun bila rindu pada masa yang tak terulang,
seporsi bubur dan kita tetap menjadi rumah kenangan.
Dan Itulah Kami, HATARANA FAMILY.
PONTIANAK, 27 SEPTEMBER 2026













