Sastra

AHAD BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA #5

Pagi-pagi kalau kita mengingat masa sekolah, kita gak lupa kehadiran bubur ayam. yes bubur ayam hangat yang baru dimasak di kantin. disaat itulah, obrolan menjadi kita terasa hangat apalagi ketika hujan turun. dan ini aku akan tuangkan didalam puisi.

Terbit

27 September 2026

Durasi

5 min read

AHAD BERPUISI BERSAMA "FIZSCA" EDISI 175 PUISI TINTA FIZSCA #5

SEPORSI BUBUR DAN KITA

-HAFIZSYAH-

Pagi itu, seragam masih menyimpan cerita,
Delpan orang berjalan menuju ke kantin sederhana,
seporsi bubur hangat mengepul di antara kita,
dan masing-masing nama diam-diam tersimpan di dada.

Hujan turun, membasahi halaman sekolah,
sendok beradu, tawa pun pecah tanpa arah,
empat hati mencoba menyembunyikan rasa,
sementara empat pujaan menjadi alasan kita betah.

Tak banyak yang kita punya selain waktu,
semangkuk bubur, obrolan, dan candaan yang lugu,
namun entah mengapa hingga hari ini selalu begitu,
aroma bubur mengembalikan kita pada rindu.

Kini pagi telah berganti, sekolah tinggal kenangan,
empat sahabat tumbuh membawa jalan kehidupan,
namun bila rindu pada masa yang tak terulang,
seporsi bubur dan kita tetap menjadi rumah kenangan.

Dan Itulah Kami, HATARANA FAMILY.

PONTIANAK, 27 SEPTEMBER 2026

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel