Opini

Wahai Kader, Belajar, Berbenah dan Jaga Marwah Ikatan

Mari pada arah baru IPM ini kita lebih banyak belajar tentang hal yang mendasar tentang ikatan, kita berbenah tentang banyaknya kerusakan dalam ikatan dan kita manjaga marwah dari ikatan. Semoga Allah mudahkan langkah kita.

Terbit

31 Oktober 2026

Durasi

2 menit baca

Wahai Kader, Belajar, Berbenah dan Jaga Marwah Ikatan

Sebenarnya keresahan ini sudah lama sekali terpendam di dalam jiwa. Namun, hari ini rasanya harus dikeluarkan semuanya melalui tulisan singkat yang semoga menjadi saksi kelak bahwa, aku juga ikut menjaga arah gerak ikatan kita tercinta.

Sebenarnya aku sedikit terlambat membaca sebuah artikel yang terbit di Myipm. Artikel itu sudah terbit sejak sejak 9 juli 2025 lalu. Iya, lebih dari satu tahun. Sepertinya keterlambatan ini tidak bisa dibilang sedikit, ya. Judul artikelnya adalah “Memahami Salah Alur Berpikir Perubahan Usia Pimpinan IPM, Menuju Muktamar 24”

Aku mentadaburi tulisan ini, dan seperti menemukan benang merah dari keresahanku untuk ikatan tercinta. Ada beberapa hal yang tampak mengapung di permukaan dalam perspektif ku ketika membaca artikel tersebut.

Pertama, rendahnya pemahaman atau bahkan tidak adanya pemahaman kader tentang AD atau ART IPM. Ini disebabkan minimnya sosialisasi, ditambah rendahnya minat baca juga rendahnya rasa penasaran kader tentang Ikatannya sendiri. Hingga hal-hal yang seharusnya tak terjadi saat memahami AD/ART, justru harus terjadi.

Kedua, munculnya keinginan atau kepentingan beberapa oknum yang membutuhkan IPM sebagai tempat untuk berkendara menuju kepentingan pribadi. Dalam pandanganku ini sangat melecehkan marwah ikatan. Aku rasa tak perlu seekstrem itu untuk bisa mencapai sesuatu bersama IPM, rasanya ini sudah melampaui batas sampai harus menggadaikan arah gerak juga melangkahi konstitusi yang amat kita jaga.

Maka melalui tulisan singkat ini aku coba buat mengajak para kader sekalian. Mari belajar, bahwa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga itu bukan sekadar hiasan dalam ikatan kitan, ia ada sebagai penjaga gerakan agar apa yang menjadi dinamika ikatan, tetap berporos pada tujuan dari ikatan ini. Supaya tak ada intervensi, tak ada konsolidasi yang mengubah arah gerak ikatan.

Dan juga mari berbenah, jika apa yang tertulis di artikel itu tadi tentang gagal pahamnya para musyawirin juga para pimpinan tentang AD/ART yang sudah terbentuk, maka mari berbenah supaya bagaimana caranya aturan pokok ikatan ini bisa dipahami oleh seluruh kader hingga ke akar rumput. Ini konstitusi kita jangan biarkan ia diperkosa semaunya.

Terakhir, mari jaga marwah ikatan, jelas sekali mengapung di mataku saat membaca artikel itu, kalau mereka menggadaikan marwah ikatan demi keuntungan yang hasilnya hanya bisa dirasakan beberapa orang. Sekali lagi aku mau ingatkan, kita memang harus memikirkan hidup kita kedepan, tapi jangan gadaikan jangan telanjangi konstitusi ikatan.

Tulisan ini murni refleksi dan unek-unek dari penulis, demi arah langkah ikatan, demi ikatan ini, demi kepentingan kader di masa selanjutnya dan karena besarnya cintaku pada ikatan ini.

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel