Kabar Pelajar

TKA 2026 Diwarnai Dugaan Kecurangan, Siswa Gunakan HP untuk Mencari Jawaban AI

Pelaksanaan TKA 2026 menjadi sorotan setelah muncul dugaan kecurangan oleh sejumlah peserta. Penggunaan HP dan AI untuk mencari jawaban saat ujian memunculkan pertanyaan tentang kejujuran, pengawasan, serta integritas dalam dunia pendidikan.

Terbit

6 November 2026

Durasi

2 menit baca

TKA 2026 Diwarnai Dugaan Kecurangan, Siswa Gunakan HP untuk Mencari Jawaban AI

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang seharusnya menjadi sarana mengukur kemampuan akademik siswa justru menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah beredarnya sejumlah laporan dan video di media sosial yang memperlihatkan dugaan kecurangan selama ujian berlangsung.

Salah satu dugaan kecurangan yang menjadi perhatian adalah adanya peserta yang menggunakan telepon genggam untuk memotret soal ujian, kemudian memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mencari jawaban. Selain itu, muncul pula laporan mengenai peserta yang melakukan siaran langsung melalui media sosial ketika ujian sedang berlangsung.

Peristiwa tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya para pelajar. Banyak yang mempertanyakan bagaimana pengawasan ujian dapat berjalan apabila peserta masih memiliki kesempatan menggunakan perangkat yang tidak diperbolehkan.

Menanggapi berbagai laporan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan penelusuran terhadap dugaan pelanggaran. Pemerintah juga menegaskan bahwa peserta yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat dikenai sanksi berupa nilai nol pada mata pelajaran terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, bukan menjadi alat untuk melakukan kecurangan. Kemudahan memperoleh jawaban melalui AI tidak seharusnya membuat pelajar kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

Di sisi lain, pengawasan selama ujian juga perlu diperkuat agar seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan sampai siswa yang belajar dengan sungguh-sungguh justru merasa dirugikan oleh tindakan peserta lain yang memilih jalan pintas.

Pada akhirnya, TKA bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga tentang menunjukkan kemampuan dan kejujuran. Sebab, pendidikan seharusnya melahirkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki integritas, bukan generasi yang hanya pandai mencari jawaban tanpa memahami prosesnya.

-Shadiq Salim

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel