SUARA RAKYAT DI BUNDARAN HI
Di tengah riuhnya ibu kota,
langkah-langkah berkumpul menjadi satu.
Di Bundaran HI, suara menggema,
membawa harapan yang ingin dituju.
Ada tangan yang mengepal,
ada suara yang tak ingin tenggelam.
Di balik spanduk dan teriakan,
tersimpan keresahan dan harapan.
Mereka datang bukan sekadar meramaikan jalan,
tetapi membawa pesan yang ingin disampaikan.
Tentang keadilan yang diharapkan,
tentang masa depan yang diperjuangkan.
Namun, di antara suara yang meninggi,
kemanusiaan jangan sampai dilupakan.
Sebab perubahan bukan hanya tentang berani berbicara,
tetapi juga tentang kesediaan untuk mendengar.
Wahai negeri, dengarkanlah suara ini,
bukan sebagai riuh yang berlalu pergi.
Melainkan sebagai pengingat bagi kita semua,
bahwa keadilan dan kesejahteraan adalah harapan bersama.
Sebab ketika rakyat mulai bersuara,
ada pesan yang patut dibaca.
Dan ketika perbedaan bertemu dalam perjuangan,
semoga harapan menemukan jalan.
Karena suara rakyat bukan sekadar gema,
melainkan harapan yang menunggu maknanya.
-Shadiq Salim













