Di dalam kelas, kita terbiasa menunggu pertanyaan dari guru, lalu menjawabnya dan menunggu apakah jawaban itu benar atau salah? jika benar kita merasa berhasil . dan jika salah kita akan mencoba mengingat kembali.
Namun, pernahkah kita berfikir apakah kita benar-benar belajar untuk berfikir? atau kita hanya belajar untuk menjawab?
Yuk Kita Ulik!
Sekolah hanya mengajarkan kita untuk berfikir cepat dan terkadang kita tidak diajarkan cara untuk berfikir kritis. Kita mempelajari rumus lalu mencatat, Kita mencatat untuk menghafal, dan kita menghafal sampai kita diberikan pertanyaan oleh guru.
Seharusnya untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, Anak-anak dan pelajar di Indonesia harus menguasai diantara seribu kemampuan yang tidak boleh tertinggal; yaitu, kemampuan untuk berani bertanya. Sebab, belajar harusnya tidak hanya berhenti ketika kita menemukan jawaban yang benar, tetapi kita juga harus menemukan pertanyaan yang membuat pertanyaan itu benar













