Sombong merupakan salah satu sifat yang tercela yang biasa kita sebut dengan Akhlakul mazmumah, Akhlak/kebiasaan dibagi menjadi dua macam yakni Akhlakul Karimah dan Akhlakul Mazmumah, satu kebiasaan inilah yang sering melekat didalam kehidupan sehari - hari kita dan sering kali kita kerap mengabaikan sifat yang tidak baik ini didalam kehidupan kita.
Jika kita mengingat Firman Allah SWT di dalam Quran Surat Lukman ayat ke 18 yang berbunyi:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ ۚ ١
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri."
Di ayat tersebut menjelaskan Lukman sebagai seorang ayah menasehati anaknya untuk tidak berjalan dimuka bumi ini dengan langkah kesombongan, banyangkan teman - teman hanya berjalan saja dengan sifat sombong itu dilarang oleh sang ayah.
Sedangkan kita...?
Yang sudah mengimplementasikan perilaku ini di dalam kehidupan sehari hari kita.
Yang sudah menganggap hal yang lazim terjadi di kehidupan.
Kisah Iblis yang enggan bersujud kepada Nabi Adam
Jika kita merefleksikan kembali kisah tentang Iblis yang dikeluarkan dari surga karena sifat angkuhnya yang tidak mau bersujud kepada Nabi Adam merasa dirinya lebih hebat, padahal Iblis ini sudah di nyatakan sebagai penduduk tetap di surga namun karena sifat angkuhnya ia dikeluarkan dari Surga,
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ ۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَ ۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ ٣٤
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.
Iblis merasa dirinya lebih terhormat daripada Nabi Adam karena dia diciptakan dari api yang salah satu sifatnya adalah panas, bisa membakar sesuatu secara sekaligus Sementara, Nabi Adam diciptakan dari tanah liat, yang kelihatan diam dan tidak bergerak.
lalu si Iblis pun menolak bersujud kepada Nabi Adam dan karena merasa dirinya lebih hebat daripada Nabi Adam, dan si Iblis pun menerima resiko atas tindakannya ini, ia termasuk golongan yang kafir, yaitu makhluk yang menutup diri dari menerima kebenaran, ingkar terhadap kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya, dan ingkar terhadap hikmah yang terkandung di balik titah Allah.
Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya kesombongan dapat menurun kan kemurkaan Allah SWT berupa azab yang amat pedih kepada kita.
Berharap masuk surga ? Tapi masih sombong ?
Ada sebagian orang yang sangat berharap dan merasa bisa masuk surga dengan amalannya tapi sayangnya ia masih mengimplementasikan sifat sombong ini di dalam kehidupannya, jika kita menyimak sebuah hadist yang di sampaikan oleh Rasulullah tentang orang yang tidak bisa masuk surga karena terdapat sifat sombong dihatinya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.
Dari Abdullah bin Mas’ûd, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim, no. 2749]
Dari hadist ini kita bisa memahami bahwasannya orang yang sering merasa dirinya yang Si paling ini, si paling itulah, ia tidak akan bisa masuk kedalam surga walaupun sifat sombongnya hanya sebesar biji sawi.
Dan didalam hadist ini memberitahukan kepada kita bahwasannya ada 2 macam sifat kesombongan
Yang Pertama
Sombong menolak kebenaran
Menolak kebenaran digolongkan sebagai wujud dari sombong karena, hakikat kesombongan adalah perasaan lebih tinggi dan lebih sempurna daripada yang lain. Orang yang menolak kebenaran dia sedang merasa lebih tinggi dan lebih sempurna dari kebenaran yang sampai kepadanya, ia enggan menerima kritik dan saran dari orang lain jika terdapat kesalahan dan kekurangan yang ada pada dirinya
Demikian pula merendahkan orang lain disebut sombong karena seorang tidaklah merendahkan orang lain kecuali karena merasa bahwasannya dirinya lebih bisa dari pada yang lain, merasa "Aku yang harusnya disitu bukan dia", "Aku lah yang harus memimpin bukan orang itu".
Perangai inilah yang harusnya kita jauhi sebagai Kader Pelajar Muhammadiyah dan ummat Muslim agar tidak mendatangkan murka Allah SWT.
Wallahu Al'am Bishawab













