Sastra

IBU, CINTA YANG TAK PERNAH USAI

Puisi ini menggambarkan kasih sayang, pengorbanan, dan ketulusan seorang ibu. Mengingatkan kita agar tidak melupakan perjuangannya dan selalu menghargai setiap cinta yang telah diberikan.

Terbit

31 Oktober 2026

Durasi

1 menit baca

IBU, CINTA YANG TAK PERNAH USAI

Di balik senyummu, tersimpan banyak cerita,

Tentang lelah yang tak pernah kau tunjukkan,

Tentang air mata yang kau sembunyikan,

Dan doa yang selalu kau panjatkan.

Ibu, engkau adalah rumah tempatku pulang,

Saat dunia terasa begitu melelahkan,

Pelukanmu menjadi tempat paling tenang,

Dan nasihatmu menjadi arah kehidupan.

Maafkan aku yang terkadang membantah,

Tak mengerti betapa besar pengorbananmu,

Aku sering membuatmu merasa lelah,

Namun kasih sayangmu tak pernah berlalu.

Ibu, jika waktu dapat kuputar kembali,

Aku ingin lebih banyak membuatmu tersenyum,

Bukan hanya berjanji suatu hari nanti,

Tetapi membuktikan bahwa perjuanganmu tak sia-sia.

Sebab bagiku, engkau bukan sekadar seorang ibu,

Engkau adalah doa yang hidup dalam langkahku,

Dan jika seluruh dunia meninggalkanku,

Aku tahu, doamu akan selalu menyertaiku.

— Shadiq Salim

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel