Di balik senyummu, tersimpan banyak cerita,
Tentang lelah yang tak pernah kau tunjukkan,
Tentang air mata yang kau sembunyikan,
Dan doa yang selalu kau panjatkan.
Ibu, engkau adalah rumah tempatku pulang,
Saat dunia terasa begitu melelahkan,
Pelukanmu menjadi tempat paling tenang,
Dan nasihatmu menjadi arah kehidupan.
Maafkan aku yang terkadang membantah,
Tak mengerti betapa besar pengorbananmu,
Aku sering membuatmu merasa lelah,
Namun kasih sayangmu tak pernah berlalu.
Ibu, jika waktu dapat kuputar kembali,
Aku ingin lebih banyak membuatmu tersenyum,
Bukan hanya berjanji suatu hari nanti,
Tetapi membuktikan bahwa perjuanganmu tak sia-sia.
Sebab bagiku, engkau bukan sekadar seorang ibu,
Engkau adalah doa yang hidup dalam langkahku,
Dan jika seluruh dunia meninggalkanku,
Aku tahu, doamu akan selalu menyertaiku.
— Shadiq Salim













