Bunga yang Tumbuh, Hutan yang Runtuh

Terbit

19 Oktober 2026

Durasi

5 min read

Bunga yang Tumbuh, Hutan yang Runtuh

note: fotonya emang nggak relate langsung sama isi tulisan ini wkwk, cuma bunga yang tumbuh di antara pepohonan. tapi jadi kepikiran, di saat ada yang masih berusaha tumbuh, ada juga yang kehilangan rumahnya karena hutan yang terbakar.

jujur, are we really okay as a country?

karhutla sedang terjadi, satwa kehilangan habitat, bahkan Kemenkes mencatat 62.400 kasus ISPA pada balita akibat dampak karhutla. ini bukan sekadar soal pohon yang terbakar, tapi juga manusia dan kehidupan lain yang ikut menanggung akibatnya.

tapi di tengah kondisi ini, pernyataan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, justru bikin bertanya-tanya:

“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah.”

wait, jadi separah atau nggaknya keadaan diukur dari ada atau nggaknya helikopter saat kunjungan? gimana dengan masyarakat yang terdampak dan satwa yang kehilangan rumahnya? apakah kondisi di lapangan bisa disimpulkan hanya dari hal yang terlihat saat kunjungan?

di sisi lain, program MBG terus berjalan. bukan berarti pemenuhan gizi harus diabaikan, tapi bukankah prioritas anggaran dan respons pemerintah juga perlu dipertanyakan ketika bencana meluas? bisakah dukungan anggaran dan sumber daya dikerahkan secara lebih fleksibel untuk membantu masyarakat terdampak, tanpa mengabaikan kebutuhan gizi masyarakat?

lalu kita harus apa? diem aja sambil nunggu semuanya makin parah?

bapak Presiden dan jajaran yang terhormat, belum juga lima tahun, tapi rasanya udah banyak banget hal yang bikin kami bertanya-tanya: are we really safe in our own country?

hutan terbakar, masyarakat terdampak, satwa kehilangan rumah, dan kita masih harus mempertanyakan keseriusan penanganannya. mau sampai kapan kami hidup dalam kekhawatiran, sementara rasa aman seharusnya jadi hal paling dasar yang bisa dirasakan masyarakat?

karena pada akhirnya, yang kita pertanyakan bukan cuma seberapa parah bencana ini, tapi juga seberapa serius negara hadir untuk melindungi kehidupan di dalamnya.

SOURCE

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Kemenkes catat 277.075 kasus ISPA akibat karhutla, 62.400 menimpa balita. DetikHealth. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8706172/kemenkes-catat-277-ribu-kasus-ispa-imbas-karhutla-termasuk-62-ribu-balita

2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026). Dashboard Informasi Penanganan Karhutla 2026. https://data.bnpb.go.id/data/karhutla2026

3. DetikKalimantan. (2026, 24 Agustus). Pantau karhutla, KSAL dan Gubernur Kalsel nilai asap tak separah di medsos. https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8630028/pantau-karhutla-ksal-dan-gubernur-kalsel-nilai-asap-tak-separah-di-medsos

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel