Sastra

Antara Senyummu dan Karhutla

Terbit

28 Oktober 2026

Durasi

1 menit baca

Antara Senyummu dan Karhutla

Aku bingung sekali akhir-akhir ini

Senyum tipis manis miliknya itu tak sampai ke mataku dengan sempurna

Kapan berakhirnya karhutla.

Supaya aksaraku mengalir lagi untuk memuji senyumnya

Yang tengah tertutup kabut asap yang lahir dari karhutla.

Kau tahu, aku jadi tak nyaman memberikan cinta

Di tengah berita udara sedang akrab dengan ISPA

Karhutla lagi biang semuanya.

Namun, tak apa. Toh kata pemerintah semua sudah dalam kendalinya.

Dalam sebuah kejujuran yang luar biasa,

Aku tak suka beraksara untuk selain senyumnya.

Apalagi memberikan sastraku pada hal yang tak kusuka.

Tapi, tampaknya aku harus menjual semua idealisme di kepala

Sebab pada akhirnya, sastra adalah alat kita memuja, meminta dan menuntut hak kita.

Aku tak yakin sastra ini akan dibaca atau didengar para petinggi bangsa

Namun tak apa, sepertinya mereka juga tak tertarik pada aksara apalagi mendengar suara rakyat jelata

Aku hanya ingin suara para penghuni bangsa yang tengah mencari haknya

Disuarakan dengan segala macam cara.

Meski pada akhirnya aku harus beraksara dan bersastra

Untuk selain senyumnya.

Labuhan Maringgai, 28 Oktober 2026

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel