TUHAN DAN MAKHLUKNYA
-HAFIZSYAH-
Aku mencintaimu, seperti bumi mencintai hujan,
Menunggu hadirmu meski tak selalu bersuara,
Namun di balik rasa yang begitu dalam,
Ada Tuhan yang bertanya, “Sudahkah kau mencintai-Ku sedalam itu?”
Kau kupuja sebagai ciptaan-Nya yang indah,
Kusimpan namamu di ruang paling sunyi dalam dada,
Namun terkadang aku lupa pada Sang Pencipta,
Yang memberiku hati untuk mencintai, sekaligus jalan untuk kembali kepada-Nya.
Jika cintaku kepadamu membuatku lupa bersujud,
Jika rinduku kepadamu lebih panjang daripada doaku,
Mungkin aku telah salah menempatkan cinta,
Mencintai makhluk lebih dalam daripada mencintai Tuhan yang menciptakannya.
Maka ajarkan aku mencintaimu tanpa kehilangan Tuhan,
Merindukanmu tanpa melupakan arah pulang,
Sebab engkau hanyalah ciptaan yang kutemui dalam perjalanan,
Sedangkan Tuhan adalah cinta yang tak pernah meninggalkanku, bahkan ketika seluruh makhluk pergi.
PONTIANAK, 26 SEPTEMBER 2026













