Life is about Creating Your Self

Tulisan ini mengajak kita melihat diri dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa menjadi pemalu bukan berarti selamanya tak bisa berbicara di depan banyak orang, dan menjadi biasa-biasa saja bukan berarti tak bisa tumbuh menjadi luar biasa. Sebab, hidup adalah on progres to succes

Terbit

28 Oktober 2026

Durasi

4 menit baca

Life is about Creating Your Self

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu seorang teman baru, dia seorang aktivis di salah satu organisasi. Ia bercerita bahwa dirinya dahulu adalah seorang pemalu yang bahkan bisa dikatakan pemalu akut stadium empat. Sontak aku pun tidak percaya, dong. karena apa yang aku lihat hari ini dia adalah seorang yang bahkan bisa memandu dan menjadi moderator dalam sebuah talkshow bukan hanya sekali tapi aku sudah melihatnya berkali-kali.

Cukup lama dari kejadian itu, aku bertemu dengan sebuah qoute yang sangat menarik dan akhirnya menjadi alasan aku percaya dengan cerita temanku. Qoute itu berasal dari seorang psikiater dan psikoanalisis dari Hungaria-Amerika, bernama Thomas Szasz.

Ia mengatakan “The self is not something one finds; it is something one creates.”

Katanya, hidup ini bukan sesuatu yang sudah ditemukan melainkan sesuatu yang sedang dibentuk. Sehingga banyak hal sebenarnya sedang kamu bangun sendiri dalam hidup ini. terutama itu berkaitan dengan sifat, kepribadian atau keterampilan.

Ada sebuah renungan yang muncul dari diriku saat memahami makna dari qoute ini. Bahwa tak seharusnya kita menyerah dengan keadaan yang ada, sebab kita tak pernah lahir lalu menemukan sebuah hidup, melainkan kita lahir untuk menciptakan dan membentuk hidup.

Akan kita bentuk apa kehidupan kita, itu adalah jalan yang kita pilih. Apakah hidup kita akan kita bentuk sebagai seorang yang peduli dengan orang lain, apakah kita akan membentuk hidup sebagai seorang yang memahami agama secara mendalam lalu menyebarkannya, apakah kita akan membentuk hidup sebagai seorang yang mampu bernegosiasi dengan andal. Itu semua adalah pilihan kita.

Coba lihat para pemain sepak bola profesional, mereka bisa berlari mondar-mandir sebuah lapangan bola, terkadang sambil menguasai bola terkadang juga bahkan sambil berduel dengan lawan. Bukan dalam waktu yang sebentar, sebagian besar pemain sepak bola bisa menghabiskan sembilan puluh menit untuk melakukan hal tersebut. Dan itu bukanlah sesuatu yang mudah, tidak semua orang mampu melakukannya.

Apakah para pemain bola itu menemukan kehidupannya? Tidak, mereka membentuknya, dengan latihan yang disiplin dan waktu yang tidak sebentar. Apakah semua orang bisa melakukannya? Bisa, asal mereka mau dan mereka membentuknya dalam waktu yang lama.

Ini berlaku untuk semua hal, saat hidupmu ingin menjadi sesuatu kamu tidak bisa menemukannya tetapi kamu harus membentuknya. Maka sangat tepat jika dikatakan bahwa life is about creating yourself hidup ini yang membentuk dirimu. Hidupmu yang kamu jalani dengan malas-malasan, ya itulah dirimu, menjadi seorang pemalas. Hidupmu yang kamu jalani dengan bekerja keras, ya itulah hidupmu, menjadi seorang pekerja keras.

Jangan menyerah pada keadaan yang ada, kamu mungkin hari ini mengatakan kamu pemalu tidak bisa tampil dihadapan orang banyak. Tapi pernyataan itu bisa berubah kapan saja, saat kamu memulai untuk mencoba dan mengubah.

William Shakespeare mengatakan, “We know what we are, but know not what we may be.” Kita memang mengetahui diri kita hari ini, tetapi kita tidak tahu akan jadi apa kita nanti. What we maybe, siapa atau apa kita pada sebuah kemungkinan. Mungkin kita akan menjadi pembicara andal walau kita seorang pemalu, jika mencoba untuk terus berusaha. Mungkin kita akan menjadi pemain bola profesional, jika terus disiplin dalam latihan. Semua kemungkinan akan mungkin pada seorang yang mengusahakan.

Letakkanlah selalu dirimu pada may be itu, yaitu sebuah kemungkinan. Kemungkinan itu akan terjadi saat kamu mengusahakan dan menciptakan. Dan jangan pernah memikirkan bahwa kamu akan gagal, sebab semua kejadian dalam hidupmu sebagian besar adalah hasil manifestasi dari pikiranmu. Pikiranmu akan mengendalikan alam bawah sadar yang menggerakkan dirimu pada arah dan prasangkanya.

Mahatma Gandhi mengatakan, “A man is but the product of his thoughts. What he thinks, he becomes." Manusia itu adalah produk dari pikirannya, apa yang ia pikirkan seperti itulah hasil yang akan datang padanya. Maka berdamai dan berkomunikasilah dengan pikiranmu sebaik mungkin. Karena ia menjadi sebab terbesar datangnya sesuatu kepadamu, teruslah berpikir akan hal-hal besar supaya datang kepadamu hal-hal besar itu, dan berhentilah memikirkan kegagalan supaya tak datang kepadamu kegagalan itu.

Bahkan Allah melalui Nabinya pernah menyampaikan, “Aku sesuai prasangka hambaku, terhadapku.” diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 6970) dan Imam Muslim (no. 2675) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Prasangka itu lahirnya dari pikirkan, saat kamu berprasangka bahwa Allah tak pernah mendengar doamu, maka itulah yang akan terjadi. Berhati-hatilah dengan pikiran, manifestasi yang ia hadirkan benar-benar mengerikan.

Bentuklah dirimu, kokohkan kakimu, dan percaya pada langkahmu, semoga datang kepadamu hal-hal besar yang sedang kau tuju.

Mungkin kamu suka

Pustaka IPM

Baca buku. Temukan gagasan.

Buku dan pedoman IPM, tersedia dalam PDF dan versi teks.

Jelajahi Pustaka
Punya gagasan? Mulai dari satu tulisan.Mulai menulis

Saluran resmi · WhatsApp

Update MyIPM, langsung di genggaman.

Ikuti kabar fitur, agenda, dan informasi terbaru ekosistem MyIPM tanpa perlu mencari ke mana-mana.

Ikuti channel