TANAH JIKA BISA MENANGIS
-HAFIZSYAH-
Tanah jika bisa menangis,
mungkin ia tak meminta untuk dipuja-puja,
cuman hanya ingin disentuh tanpa dilukai,
di bawah langit indonesia, tempat segala hal kita belajar menjadi manusia.
Tanah jika bisa menangis,
mungkin ia bertanya kepada langkah kita yang angkuh,
“Untuk apa engkau meninggi, jika akhirnya kembali kepadaku?”
Sebab engkau hanyalah tamu di bumi yang kau pijak, lalu bernapas, kemudian pulang menjadi tanah.
PONTIANAK, 15 SEPTEMBER 2026

