BUMI MANUSIA DAN KEINGAKARANNYA
-HAFIZSYAH-
Bumi tak pernah lupa menagih janji,
ia hanya diam dan menumbuhkan kembali yang kita lukai.
Hujanpun jatuh tanpa bertanya siapa yang menebang pohon,
namun manusia lupa akan setiap tetes menyimpan kesaksian.
Kita berpijak di tanah yang sama,
tetapi sering menganggap langit ini hanya milik kita.
Bumi mengingat setiap jejak yang kita tinggalkan,
sedangkan manusia hanya pandai mengingkari apa yang telah diperbuat.
Jika suatu hari tanah tak lagi mau menerima benih,
dan sungai berhenti membawa kehidupan ke hilir,
jangan bertanya mengapa Bumi berubah menjadi asing
sebab sejak awal, Bumi tak pernah ingkar; kitalah yang lebih dulu mengingkari.
PONTIANAK,19 SEPTEMBER 2026

